Sepuluh Hari Lagi


Bukan, saya bukan mau bahas tentang lebaran, juga bukan mau bahas tentang amalan ataupun keistimewaan 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Bukan ustadzah sih ya, takut salah tulis. Tadi sempet googling dan banyak banget artikel yang bagus tentang topik itu, salah satunya yang lumayan lengkap ada di sini.

Di kampung ini, kampung yang baru saya huni sekitar setahun terakhir ini, ada tradisi unik (menurut saya) yang dilakukan setiap memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Biasanya disebut malem selikuran (malam ke-21) ataupun sedekahan. Setiap warga membuat nasi yang diuncet atau dibikin tumpeng kemudian ditaruh di besek beserta lauk pauk, kerupuk, dan rempeyek kacang.

image
saya juga ikut berpartisipasi bikin nasi yang diuncet ini, tapi gak masak sendiri, cuman pesen aja πŸ˜€

Kemudian nasi itu dikumpulkan di rumah salah satu warga (per RT) yang kemudian nantinya akan didongani oleh mbah kaum (tetua kampung). Setelah itu, nasi beserta pelengkapnya itu hanya diambil sebagian untuk dibawa ke masjid atau mushola untuk nantinya disantap bersama-sama ba’da tarawih. Sisanya diambil lagi oleh pemiliknya. Warga masih sangat percaya bahwa nasi uncetan itu banyak berkahnya.
Oiya, di pedukuhan tempat saya tinggal ini merupakan pedukuhan dengan 1 RW yang terdiri dari 7 RT dengan 7 mushola, 1 masjid, dan 1 Pondok Pesantren. Jadi bisa dibayangkan serunya kampung ini ketika Ramadhan dan memasuki malam 10 terakhir Ramadhan. Lebih tepatnya, seru bagi saya yang merupakan warga baru di kampung ini πŸ™‚
Kata abah, duluuuu banget… di kampung halaman saya juga ada tradisi seperti ini, tapi sudah punah tergilas zaman. Semoga tradisi di kampung ini bisa lestari, terlepas dari cibiran orang-orang Islam golongan tertentu yang menganggap tradisi seperti ini adalah bid’ah 😦

image
ini saya datengnya kemruputen, jadi yang ngumpulin nasi berkat baru dikit.. kalo dah ngumpul semua bisa sampai sekitar 50an besek

Senengnya saya tinggal di kampung ini, selama bulan Ramadhan seperti ini suasananya beda banget. Setiap mushola,Β  masjid dan pesantren mendirikan sholat tarawih dan tadarus sendiri. Semuanya sama 20 rakaat dengan 3 rakaat witir. Kalau untuk yang sudah sepuh kebanyakan ikut sholat tarawih di masjid karena gerakan dan bacaannya lebih pelan, dibandingkan dengan yang di pesantren yang sholat tarawihnya bagaikan naik buroq πŸ˜€
Untuk tadarus, yang memakai speaker hanya yang di masjid dan di pesantren, itupun kalau sudah jam 22:00 harus dimatikan pengerasnya. Nah, letak rumah kami kebetulan berada di tengah, jadi begitu tadarus dimulai, langsung dapet sodoran suara santri-santri yang lagi ngaji dari arah utara dan dari masjid di sebelah selatan. Pokoknya, kalo ba’da tarawih nyetel tv, dijamin gak kedengeran suara tv nya πŸ˜€

Selain itu, ketika mulai memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan seperti malam ini, sekitar pukul 23:00 akan mulai terdengar panggilan dari speaker masjid untuk mengajak warga sholat lail, sholat tasbih, maupun i’tikaf di masjid.

Coretan saya ini semoga bisa jadi pengingat untuk kita semua bahwa Ramadhan tinggal 10 hari lagi. Masih ada kesempatan untuk kita ‘mengikat kepala’ ataupun ‘menyingsingkan lengan’ dalam beribadah. Siapa tau, Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir kita. Wallahu ‘alam bi shawab πŸ™‚

Posted from WordPress for Android

Iklan

6 thoughts on “Sepuluh Hari Lagi

  1. Aku kangen banget ama tradisi ini, inget2 dulu di jalanan depan rumah ditutup, digelarin tiker untuk sholat tarawih sekampung trus tuker2an makanan ini … Tapi sekarang sepi yah 😦

  2. Mbakyuuu, ngiler sama nasi besek likurannyaaa.. kangen jadinya sama jaman dulu di mana nenek bagi telor jadi 5 karena punya 3 anak yang masih kecil dan 2 cucu. huhuhu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s