SD Panggang Sedayu Berkabung


Rabu, 24 Juli 2013 dini hari seluruh dewan guru dan dewan sekolah SD Panggang Sedayu dikejutkan oleh sms berantai yang mengabarkan bahwa salah seorang guru di SD Panggang telah berpulang. Karena merasa ragu dengan sms tersebut, saya coba untuk mengkonfirmasi ke salah satu teman guru tentang kebenaran sms tersebut. Walaupun sudah diyakinkan, saya masih saja merasa belum percaya.

Pagi hari ketika sampai di sekolah, saya melihat para wali murid berkumpul di halaman sekolah, para siswa semua berada di luar kelas, dan di ruang guru suasana sangat mengharu biru. Saya hanya terduduk lemas ketika pagi itu saya baru benar-benar menyadari bahwa saya dan teman-teman guru yang lain telah kehilangan seorang sahabat, seorang bapak, seorang guru yang sangat mulia hatinya. Beliau adalah bapak Yohannes Surachmat, seorang guru yang sudah sekitar 33 tahun mengabdi di SD Panggang.

foto pak Rachmat yang saya ambil sekitar setahun yang lalu :(
foto pak Rachmat yang saya ambil sekitar setahun yang lalu 😦

Kepergiannya yang mendadak semakin membuat kami merasa sangat kehilangan. Di hari sebelumnya yaitu, Selasa 23 Juli 2013, beliau masih sehat dan masih mengajar anak-anak, bahkan ikut serta rombongan guru yang bertakziyah ke Kulon Progo siang harinya.

Belum lekang dari ingatan saya waktu itu, sehari sebelum beliau berpulang, di jam istirahat saat saya ke ruang guru dan hanya menjumpai beliau dan seorang pegawai TU, seperti biasa saya salim ke beliau seraya mencium tangannya, sama seperti ketika saya salim dengan guru-guru senior yang lain, yang sudah saya anggap seperti orang tua saya sendiri. Di sela-sela kami mengobrol, beliau kemudian bertanya tentang suara saya yang sedang sangat serak. Saya hanya mengiyakan kalau beberapa hari terakhir saya memang sedang flu berat. Kemudian beliau memberi saran pada saya untuk mencoba minum seduhan air jahe di waktu  sahur 😦

wpid-IMG_20130428_090138.jpg
pak Rachmat yang paling kanan, yang memakai kaca mata 😦

Meskipun berbeda keyakinan, pak Rachmat tidak pernah merasa dirinya berbeda ataupun membeda-bedakan. Di setiap acara keagamaan Islam yang diadakan di sekolah, beliau selalu hadir dan mendukung, misalnya di acara buka bersama dan sholat tarawih, do’a bersama menjelang ujian siswa kelas VI, acara penyembelihan hewan qurban, ataupun acara halal bi halal.

Kebetulan semenjak menjadi wali kelas II setahun terakhir ini, ruang kelas saya bersebelahan dengan ruang kelas III dimana pak Rachmat biasanya mengajar dan dua ruang kelas kami itu hanya terpisah oleh folding door, maka jika suasana kelas sedang sangat tenang, selalu ada momen bagi saya untuk bisa menyimak suara beliau yang khas ketika menyampaikan pelajaran. Momen itu pasti akan saya kenang, seperti saya dan teman-teman guru yang lain akan selalu mengenang semua kebaikan-kebaikan beliau semasa hidupnya.

Sekali lagi kita semua diingatkan bahwa kematian itu sangat dekat dengan kita, ia bisa datang kapanpun dan dimanapun tanpa kita menyadarinya 😦

Selamat jalan bapak Yohannes Surachmat. Semoga bapak selalu damai dan tenang di sisi Tuhan.

Iklan

15 thoughts on “SD Panggang Sedayu Berkabung

  1. Turut berduka cita Mbak. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dan jasa jasa beliau semasa hidup bisa jadi kenangan yang baik dan membawa hikmah dan pelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s