Gagal Daftar Beasiswa Pascasarjana, Tuhan Menggantinya dengan yang Lebih Indah


Sekitar sebulan yang lalu saya pernah cerita kalau saya punya tekad mau daftar beasiswa yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI), yang pernah saya singgung sedikit di sini tentang kerasnya saya belajar TOEFL dan TPA untuk mempersiapkan diri menghadapi tes tertulisnya. Karena teman kuliah saya sudah lolos terlebih dahulu di penyelenggaraan beasiswa yang tahun lalu, saya pun belajar banyak dari pengalamannya ketika mendaftar beasiswa ini, yang dulu dikenal dengan nama BU atau Beasiswa Unggulan, sekarang berganti nama menjadi BPP DN atau Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri. Untuk yang mau daftar scholarship ke luar tinggal daftar aja yang di BPP LN. Persyaratannya sebenarnya mudah. Kalau teman-teman ada yang berminat, masih ada waktu sampai 30 Mei kok! Klik aja panduannya di sini.
Setelah ngobrol sama teman saya itu, manteblah hati saya untuk mengambil jurusan Linguistic di Fakultas Ilmu Bahasa Asing di Universitas Gadjah Mada. Karena persyaratan yang saya garis bawahi dalam pendaftaran beasiswa ini hanya tentang perjanjian dengan dikti, maka saya nyaris tidak memperhatikan regulasi penting lainnya. Mindset saya sudah terpaku terlebih dahulu pada pedoman pengajuan beasiswa tahun lalu yang saya dapatkan dari teman saya yang saya sebutkan di atas. Perjanjian itu adalah tentang kontrak kerja dengan dikti untuk bersedia ditempatkan di universitas di seluruh Indonesia sebagai tenaga pengajar atau dosen jika calon penerima beasiswa tidak memiliki surat rekomendasi dari suatu universitas tertentu. Nah, di awal Maret, mulai sibuklah saya untuk mencari surat itu agar nantinya jika saya diterima dan lulus kuliah, saya sudah kontrak kerja dengan universitas yang memberikan surat rekomendasi itu. Dan jatuhlah pilihan saya pada Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang memang ada jurusan Pendidikan Bahasa Inggrisnya dan letak kampusnya juga dekat dengan rumah, sekitar 20 menit perjalanan.

image
Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Semua berjalan lancar mulai dari ketika saya membuat janji untuk menemui salah satu pejabat kampus dan mengutarakan maksud dan tujuan saya. Sampai pada akhirnya saya bisa mendapatkan surat rekomendasi dari rektor kampus tersebut. Pejabat kampus yang pertama kali saya temui adalah Wakil Rektor atau Pembantu Rektor I (Purek I) yaitu bapak Dr. Ir. Wisnu Adi Yulianto, MP. Beliau ini orangnya baik banget. Saya merasa cepat akrab sama beliau. Setelah beberapa kali saya menemui beliau di ruang rektorat untuk mempersiapkan surat-surat yang saya butuhkan, beliau menjelaskan tentang beberapa regulasi yang harus saya patuhi. Yang pasti, pak Wisnu mendukung sepenuhnya tekad saya untuk belajar lagi dan beliau akan membantu untuk menyampaikan keinginan saya ke bu rektor.

image
Gedung Rektorat UMBY

Jalan mulai agak terhambat ketika ternyata bu rektor menunda menandatangani surat-surat saya karena bidang studi yang mau saya ambil itu tidak linear dengan bidang studi saya ketika kuliah S1 yaitu Pendidikan Bahasa Inggris. Pokoknya syarat dari beliau itu sudah harga mati yaitu bahwa saya harus mengambil jurusan PBI juga di program beasiswa ini dan ternyata universitas yang ditunjuk oleh dikti, yang ada jurusan PBI, yang paling dekat dengan Jogja hanyalah di UNS (Solo) dan Unnes (Semarang). Dengan kegalauan yang luar biasa saya dibawa menemui bu rektor di ruangannya oleh pak Wisnu. Dari situ saya mendapatkan pengalaman yang tidak dapat dirasakan oleh setiap orang, yaitu duduk berdiskusi bersama seorang rektor dan wakilnya.

image
jalan masuk menuju kampus UMBY dari arah Jl Wates Km 10

Dan benar saja dugaan saya, suami gak mengijinkan saya untuk kuliah di luar kota. Dia jadi galau juga waktu itu. Karena saya berusaha meyakinkan kalau semua akan tetap baik-baik saja dan dia tetap pada pendiriannya untuk gak kasih izin 😦
Saya pikir, saya harus menjalani dulu semua proses yang sudah di tengah jalan itu. Pokoknya saya mau daftar dulu, kalau nanti gak diterima ya alhamdulillah gak jadi jauh dari anak dan suami, kalau diterima ya alhamdulillah juga, betarti jalan yang ditunjukkan Tuhan untuk saya memang harus demikian.

image
megahnya masjid kampus UMBY

Namun ternyata, Tuhan memberikan jawaban lebih cepat dari yang saya inginkan. Ketika semua surat dari rektor sudah dalam genggaman dan hanya tinggal minta tanda tangan di Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) ada satu syarat yang tidak bisa saya penuhi untuk mendaftar beasiswa tersebut. Kalaupun saya tetap mau mendaftar, saya harus mendaftar sebagai calon dosen yang itu berarti saya harus menandatangani surat perjanjian dengan dikti bahwa saya bersedia di tempatkan di universitas di seluruh Indonesia. Antara senang dan sedih perasaan saya waktu itu. Walaupun sebenarnya lebih banyak sedihnya sih. Mau gak mau saya harus menyandarkan (lagi) salah satu impian terbesar dalam hidup saya 😦
But it doesn’t matter! Saya masih yakin kalau suatu hari nanti saya pasti bisa sampai di titik dimana saya bisa meraih impian saya atau Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih indah.. amin πŸ™‚
Kemarin setelah hampir sekitar 6 tahun lamanya gak menyambangi yang namanya studio foto, demi syarat pendaftaran beasiswa ini, saya sempatkan juga untuk berpas foto di sebuah studio foto yang sudah berumur di daerah Godean. Karena nunggu fotografernya lumayan lama, saya jadi fotografer gadungan dulu di studio itu dan Khadziq sebagai objeknya πŸ˜€

image
Khadziq in Action πŸ™‚

Sungguh Allah SWT Maha Mengetahui akan apa yang terbaik untuk hamba-hambanya! Belum ada satu minggu saya meratapi kegagalan saya untuk mendaftar beasiswa, saya dapat kabar gembira dari bapak kepala sekolah bahwa nama saya muncul di data dapodik online yang menerangkan bahwa saya mendapatkan SK Tunjangan Fungsional dari pemerintah. Walaupun dalam hal ini, sampai detik ini saya masih gak enak hati dengan teman-teman guru yang lain yang tidak mendapatkan SK, karena ternyata hanya beberapa guru saja yang namanya muncul. Semoga ini hanya masalah waktu saja.
Karena untuk guru yang mendapatkan SK harus segera membuka rekening di bank Mandiri dan beberapa di BRI, maka tanpa menunggu lama, kemarin tanggal 3 Mei 2013 saya mengurus semuanya di bank Mandiri cabang Bantul, tentu saja dengan kawalan suami tercinta πŸ™‚

image
bunda dicandid camera sama si ayah, cuman dipanggil terus nengok, eh gak taunya dicaptured
image
iseng motoin ini pas ngantri di bank Mandiri πŸ˜€
image
baru pertama kali ke bank ini, jadi gak tau dong klo ngantrinya ternyata juga bisa di antrian sebelah yang kosong itu.. hahaha πŸ˜›

Dan yang terakhir, setelah ngobrol dengan suami, akhirnya saya putuskan untuk tetap kuliah lagi tapi bukan ambil pascasarjana. Saya bulatkan tekad untuk kuliah S1 lagi mengambil jurusan Pendidikan Guru SD (PGSD) awal Juli tahun ini demi memenuhi syarat saya mengajar sebagai guru kelas di SD.
Terus bahasa Inggrisnya gimana? Kuliah S1 yang dulu sia-sia dong?! Gak, saya yakin di dunia ini gak ada yang sia-sia. Dengan mengajar kelas 2 SD yang hanya dari jam 7:00 s/d jam 10:35, waktu saya masih cukup banyak untuk tetap mengembangkan kemampuan mengajar bahasa Inggris saya. Misal dengan tetap mengajar bahasa Inggris untuk SMP/SMA di bimbel atau seperti kesibukan saya akhir-akhir ini yaitu menerima jasa konsultasi skripsi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

image
Hanan saking seriusnya nyatet poin-poin yang saya katakan, sampai kayaknya gak nyadar kalo saya ambil gambarnya πŸ˜€

Kebetulan si Hanan, mahasiswi yang saya bimbing skripsi itu adalah mahasiswi dari almamater saya yaitu Universitas Ahmad Dahlan. Setelah judul yang saya usulkan dan Hanan juga manteb itu diACC, minggu ini dia sedang mengerjakan proposalnya yang akan diseminarkan besok Sabtu. Wish her luck! πŸ™‚
Semoga kita semua selalu mendapatkan hasil yang terbaik dari usaha terbaik yang telah kita lakukan.
Bagi saya, hidup adalah tentang semangat, selalu menebar benih kebaikan, dan berjuang meraih impian. Semangat! *sambil mengepalkan tangan kanan ke atas πŸ˜€

Posted from WordPress for Android

Iklan

69 thoughts on “Gagal Daftar Beasiswa Pascasarjana, Tuhan Menggantinya dengan yang Lebih Indah

    1. iya mas.. cuman kadang kita udah terlanjur mengeluh dulu yaa sebelum tau hikmah di balik suatu kejadian..
      hehe.. alhamdulillah, bisa buat tambah-tambah bayar kuliah nantinya πŸ™‚

  1. weew..sampean itu ulet ya mbakyu, maksut saya ulet yang alot itu, bukan ulet yang ulat krembuk krembuk πŸ™‚ Btw selamat dapat dapodik..Bune kapan ya #ngarep

    1. waaahhh.. teteh pernah dftr kul ke LN yaa.. aku mah udah jelas gak dpt izin dr keluarga, padahal dr dulu pengen bgt nyoba daftar..
      Alloh emang Maha Mengetahui apa dan bagaimana yg terbaik utk kita yaa teh πŸ™‚

    1. yaaa gak harus sih, cuman lebih baik kan kita bekerja itu sesuai dg latar pendidikan kita, apalagi sebagai seorang guru.. klo akta IV mah mbak udah punyaaa.. kan kuliahnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, otomatis begitu lulus dpt Ijazah dan Ijazah Akta IV πŸ™‚

  2. Na…..ikut seneng bacanya, meskipun gak jadi dpt beasiswa S2, tapi banyak berita bahagia yang lain πŸ™‚
    setuju sama yang bilang Na ulet, kalau aku mah, menyerah duluan kali…*menunduk lesu malu-malu

    1. hihi.. makasih mbak Luk..
      ini sebenarnya mumpung umur blm ada 30 aja mbak, jd msh lumayan fresh kan otaknya buat mikir tugas-tugas kuliah.. mumpung msh ada kemauan dan semangat juga..
      ah, mbak Luk terlalu merendah..

  3. Waah.. Perjuangannya hebat banget ya bu, saya salut sekali. πŸ™‚ kebetulan saya juga kuliah jurusan bahasa inggris, tapi bukan pendidikan. Saya ambil D3 Bahasa Asing saat ini. Memang nanggung sih, pinginnya ambil FKIP S1, tapi orang tua belum mampu sementara yang tersedis di tempat saya baru D3 ABA. Tapi saya bertekad bakal mengejar pendidikan dan terus belajar bahasa inggris, karena harapan saya besar untuk bidang ini. Yah.. Berjuang sama2 ya bu. Kalo Tuhan mengizinkan pasti akan ada jalan. πŸ™‚

    1. saya hanya berusaha selalu melakukan yang terbaik kok πŸ™‚
      harus dsyukuri Annie msh bs kuliah, akademi ataupun ambil D3 itu gak masalah, yg penting niat kita utk trs mencari ilmu dan ttp bersemangat, pasti nanti ilmu kita bs bermanfaat.. amin..
      Annie semangat trs!! iyaa pastinya, kita berjuang sama-sama *genggam erat tangan Annie πŸ™‚

  4. Ah… Bun… ternyata…
    selamat ya. semuanya pasti ada hikmahnya.
    Saya ingin mengejar beasiswa sampai sekarang malah belum proses apapun. hahahaha.

    1. sebenernya ucapan selamat kurang tepat, besok aja deh ucapan selamatnya klo aku dah beneran dpt beasiswa pascasarjana.. hehe
      beasiswa kul di LN ya Ryan? huhuhu.. mupeng.. 😦
      lha kenapa blm berproses? ayo dong semangat!!

      1. selamat untuk semangat Bunda mengejar beasiswanya.

        gak tahu nih Bunda… jadi gak terlalu semangat aja. hilang rasanya motivasiku untuk ini. mungkin ini yang dibilang bukan impianku ya? padahal dari dulu sih dah ada di pikiran.

        o iya. bunda jarang komen nih di blog ku… hiks.

      2. Maafkeun daku Ryan… aku klo gak lg nganggur beneran jarang bgt bewe. Dari hp bisa sih, tp kurang sip!
        Nanti deh disempetin mampir πŸ™‚

  5. Terkadang tujuan kita memang tidak sesuai dengan tujuan, namun saya juga percaya kalo itu datangnya dari Allah yang akan membuat hidup kita lebih baik,,, Semoga dan Aamiin

  6. Memang benar hidup banyak pilahan, jadi jangan sedih jika satu gagal. Alloh pasti akan ganti dengan yang lebih baik, karena yang tahu baik tidaknya masa depan hanyalah Alloh. Kita hanya berusaha dan selalu berdoa. Allohlah yang akan menjunjukkan mana yang terbaik.

  7. Bagi saya, hidup adalah tentang semangat, selalu menebar benih kebaikan, dan berjuang meraih impian. Semangat! *sambil mengepalkan tangan kanan ke atas πŸ˜€ ….. sukkkaaaaaaa banget sama kata2 ini… menghidupkan impian, semangat membara.. memang ya mbak apapun itu ga ada yg sia2 di dunia ini, selama masih dalam koridor sesuai amanah yang di perintah Allah, pasti ada aja jalannya… btw.. klo dari fakultas ekonomi, boleh ga ya ambil s1 lagi jurusan inggris? hahaha.. *cuma tanya lho.. :p

    1. hehe.. suka ya mbak? Ambil ajaaa.. ak dah kenyang kok #apasih πŸ˜›
      Klo ambil S1 kan berarti mulai dr nol lg, jd bebas aja mau ambil jurusan apa, kan tar pakenya ijazah SMA.. hehe..
      Mungkin klo ambil S1 lg yg hrs jd pertimbangan adl tahun lulus SMA msh memenuhi syarat atau tdk πŸ™‚

  8. Memang kita cuma bisa berusaha sebaik-baiknya. Meskipun kadang situasi dan kondisi tidak memungkinkan, bukan berarti berhenti di tempat ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s