Akhirnya ‘Kartinian’ Juga


Hampir 6 tahun saya mengajar di sekolah dasar ini, dan selama itu pula sekolah tersebut belum pernah merayakan Hari Kartini. Maklum yaa.. sekolahan tempat saya mengajar itu sekolah negeri, yang mana murid-muridnya gak bayar kalau sekolah di situ, dan memang ada peraturannya kalau sekolah negeri itu gak boleh memungut serupiah pun ke wali murid. Kalau mau ada perayaan pastinya butuh dana kan, dan sekolah gak mungkin menanggung sendiri seluruh biaya yang dikeluarkan. Mikirnya kita para guru, kalau mau mengadakan lomba-lomba tar kalau pas event Hari Kemerdekaan saja.
Tapi, kemarin Minggu 28 April 2013 akhirnya murid-murid di sekolah kami bisa merayakan event Hari Kartini. Kami hanya mendukung yaa… dan yang mengadakan adalah para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang kebetulan sedang ber KKN di SD Panggang. Karena acara ini pasti menyinggung masalah dana, jadi baik para mahasiswa maupun guru sama-sama sepakat untuk tidak mewajibkan para siswa memakai pakaian adat atau daerah. Dan kami para guru sempet surprised juga karena ternyata para siswa lebih banyak yang memakai baju daerah daripada yang tidak.

image

Acara dimulai sekitar pukul 08:00 WIB. Dimulai dengan upacara pembukaan oleh bapak Kepala Sekolah.

image

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian pengarahan dari ketua panitia penyelenggara.
Ini dia ketua panitia penyelenggaranya, namanya mbak Tyas. Cantik yaaa πŸ˜‰

image

Sama mbak Tyas dijelaskan kalau perlombaan yang pertama adalah pemilihan Dimas Diajeng favorit, kemudian dilanjutkan dengan lomba mewarnai, lomba membaca puisi, dan pementasan drama. Setelah itu, acara pada pagi hari itu dibuka dengan tari Jathilan oleh para siswa kelas V.

image

Sebagai wali kelas II, saya pun sudah mempersiapkan siswa dan siswi untuk saya ajukan sebagai Dimas dan Diajengnya kelas II. Selain dinilai penampilannya, Dimas Diajeng juga harus menampilkan ketrampilan yang dimiliki. Untuk Dimasnya, saya pilih siswa yang selalu ranking I yaitu Fajar Restu Putra dan untuk Diajengnya saya pilih Alfrida karena anak ini pinter banget nyanyi dan baca puisi πŸ™‚

image

Selain para siswa yang berdandan memakai pakaian adat, para guru pun gak ketinggalan πŸ˜€

image

Karena saya cuman punya kebaya satu-satunya dan baru dipakai sekali juga, akhirnya saya pakai itu kebaya, daripada ribet beli atau sewa! Kebaya saya itu dijahit di tahun 2008, tahun petama setelah menikah, waktu saya belum hamil, alhamdulillah yaa masih muat πŸ˜€
Tapi karena saya pikir nantinya saya harus wara-wiri ngurusin anak-anak jadi itu bawahannya bukan rok batik tapi celana jeans! haha πŸ˜›
Sandalnya pun bkn yang high heels tapi sandal trepes, biar gak pegel!

image

Kami ucapkan terima kasih banyak untuk para mahasiswa UNY yang telah ‘berani’ merintis acara ini di sekolah kami. Untuk tahun-tahun berikutnya kami tinggal melanjutkan πŸ™‚
Walaupun terlambat, Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita di Indonesia. Mari kita serukan ‘Wanita Juga Bisa!’ πŸ˜‰

Posted from WordPress for Android

Iklan

53 thoughts on “Akhirnya ‘Kartinian’ Juga

  1. Cantik kebayanya.. dan yang pakainya juga manieees..:)

    Teteh kemaren itu ceritanya sudah nyiapin Kebaya…terus pilih2 bawahannya..jatuhnya celana jeans hehehe
    diprotes sama kang mas, yo wes ganti pakai batik, tapi teteeeep bawahannya Jeans..:D

    1. makasih teteh.. manis sampai dikerubungi semut yaa.. haha πŸ˜›

      Eh kok sama sih teh! Itu aku bawahannya jg celana jeans item and sendal trepes (blm aku bahas ya di tulisan?) soalnya pikirku aku musti wira-wiri ngurusin anak-anakku, ribet bgt dong klo musti pke rok sama high heels πŸ˜€

    1. Iya mas, pas dtng aku sempet gak pede.. itu yg bpkΒ² sampai pd lengkap pake KERIS diselipin di punggung gt loh! Niat bgt deh pokoknya.. Lah aku bawahannya cmn pke celana jeans item *ditoyor pak kepala πŸ˜€

  2. waahhh aku juga baru senin kemarin Kartinian di Kantorku, bunda. eh iya btw doanya bunda manjur banget lho, kamis ini aku dinas ke Jogja, alhamdulillaaaaahhh πŸ˜€

    1. ini kan termasuk ke program wajib belajar 9 tahun, jadi sekolah-sekolah negri SD dan SMP memang gratis gak ada bayar SPP dan uang gedung…
      tapi untuk seragam olah raga biasanya tetep bayar.. dan klo mau ada kegiatan yg pakai dana harus dibicarakan dulu sama wali murid πŸ™‚

    1. seruuu bgt mbak Luk, soalnya ini Kartinian pertama di sekolah kami.. hehe
      sayangnya belum juara, banyak yg lebih bagus dan serasi Dimas Diajengnya πŸ™‚

  3. anak saya juga ada yg di SD N… tapi masih suka ada pungutan2… bagi saya gak apa asal jelas peruntukanya,, hasil pungutan itu buat apa..?

    semuanya keren keren……..

    ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s