Hidup Ini Semanis Kue Éclair


Rasanya memang akan menguap begitu saja kalau setelah membaca buku kok saya tidak membuat catatan kecil tentang buku yang telah khatam saya baca itu, atau dalam ilmu sastra biasa disebut dengan resensi buku. Waktu di kelas 3 Bahasa SMA, saya sering sekali mendapat tugas membuat resensi buku. Oleh karena itu, saya tahu persis tentang aturan-aturan dalam membuat resensi buku. Tapi kali ini saya tidak akan membuat sebuah resensi karena terlalu formal rasanya. Biasanya saya hanya akan menuliskan beberapa coretan di lembar kosong buku yang telah saya baca tentang kesan dan pesan saya terhadap buku itu. Karena saat ini saya punya media yang lebih mumpuni, maka saya rasa akan lebih baik kalau catatan saya itu saya tuangkan di media ini 🙂

 

Buku dengan 234 halaman yang telah saya baca ini adalah sebuah novel berjudul Éclair (Pagi Terakhir di Rusia) yang ditulis oleh Prisca Primasari dan diterbitkan oleh Gagas Media dengan cetakan pertama di tahun 2011 dan cetakan ke-dua yaitu di tahun 2012.

 novel 2

Kesan pertama saat mulai membaca novel ini adalah saya kesulitan untuk mengingat nama-nama tokohnya. Bagaimana tidak, tokoh-tokoh dalam novel ini berkebangsaan Rusia, tentu saja bagi orang Indonesia, terutama Jawa medok seperti saya pasti kesulitan untuk mengucapkan dan mengingatnya. Sebut saja dalam novel ini ada nama-nama seperti Ekatarina Fyodorovna (Katya), Sergei Valentinich Snegov, Stepanych, Kay Nikolai Olivier, dan Lhiver sebagai tokoh-tokoh protagonis dalam novel Éclair ini. Saat mencoba mengartikulasikan nama-nama tersebut, rasanya lidah saya mau ‘kecetit’ 😀

 

Novel ini bercerita tentang cinta, keluarga, dan persahabatan antara kelima tokoh yang saya sebutkan di atas. Lima sahabat yang mempunyai latar belakang yang berbeda dengan keahlian mereka masing-masing. Katya yang seorang putri bangsawan, Sergei seorang bussinesman, Stepanych seorang patissier, Kay seorang fotografer, dan Lhiver seorang dosen sastra Inggris. Satu kesamaan yang mereka miliki, yaitu kesukaan mereka terhadap dunia sastra. Dengan sedikit bekal pengetahuan saya tentang Literature yang saya dapatkan di bangku kuliah, maka saya merasa tidak asing ketika penulis berusaha memunculkan pengetahuannya tentang sekelumit karya sastra Inggris dan Indonesia melalui tokoh-tokoh dalam novelnya, seperti nama-nama Robert Frost, Edgar Allan Poe, William Wordsworth, Emily Brontë, dan Leo Tolstoy. Bahkan untuk nama penulis yang terakhir, Prisca Primasari membubuhkan kutipan-kutipan dari Leo Tolstoy di beberapa pembuka bab novel ini.

berasa difoto untuk pers conference acara peluncuran novel perdana seorang Nawa Al Munawaroh ;)
berasa difoto untuk pers conference acara peluncuran novel perdana seorang Nawa Al Munawaroh 😉

Novel ini lebih banyak menggunakan alur yang saya suka, yaitu alur mundur atau flashback. Dimana saat kisah dalam novel ini berakhir, pembaca akan dibuat mengerti kenapa penulis memberi judul Éclair pada novel ke-empatnya ini. Karena Éclair lah yang telah mempertemukan mereka, memisahkan mereka, dan akhirnya menyatukan mereka kembali meski terselimuti duka.

Iklan

5 thoughts on “Hidup Ini Semanis Kue Éclair

  1. Hai Bunda, membaca tulisan bunda saya jadi pengen beli bukunya :D. Oh ya saya juga punya teman kursus asal Rusia, namanya persis seperti tokoh novel tsb, hanya nama belakang (keluarga) yang berbeda, dan temanku itu dipanggil Katja sama kan :D. Dia lulusan kedoteran Rusia, saat ini masih melanjutkan kursus bahasa Jerman karena dia berniat kerja disini.

    1. beli aja mbak.. nanti kita sharing.. tp latar tempat gak keseluruhan di Rusia, ada di New York, Prancis, dan Indonesia
      waahhh, bisakah Katja dia komunikasi dlm bhs Inggris? punya blog? pengen kenalan… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s