‘Njajal’ Jalan-Jalan ke Prambanan Naik Bus Trans Jogja


Memang sih, yang punya usul untuk jalan-jalan ke Prambanan ini adalah saya, tapi yang usul untuk menempuhnya menggunakan salah satu alat transportasi di Jogja yaitu Trans Jogja jelaaasss bukan saya!! Sudah bukan rahasia kalau saya ini suka ‘mabok’ kalau naik kendaraan roda empat, terutama BUS 😀

Suami mengusulkan ide itu karena beberapa alasan:

  1. Untuk nyenengin anak lanang. Memang dari masih bayi, Khadziq itu ‘nge-fans’ berat sama yang namanya truck ataupun bus. Nah, ayahnya pikir kalau diajak naik bus pasti dia akan senang bukan kepalang.. hehe
  2. Suami punya tugas ngawasi proyek pemasangan panel surya di halte-halte bus Trans Jogja jurusan Jogja Prambanan. Sambil menyelam minum air katanya, sambil liburan dia mau ambil foto-foto panel surya yang ada di halte-halte tersebut.
si Panel Surya
si Panel Surya

Malam sebelum keberangkatan kami ke Prambanan, suami browsing terlebih dahulu rute bus Trans Jogja menuju Prambanan. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 07:30 pagi naik sepeda motor menuju Jl Malioboro yang terdapat 3 halte bus Trans Jogja. Dengan pertimbangan tempat penitipan motor yang aman, kami memilih halte 3 yang ada di Nol Kilometer Jogja dan kami menitipkan motor di selatan pasar Beringharjo.

nunggu bus datang di halte 3 Jl Malioboro
nunggu bus datang di halte 3 Jl Malioboro

 

setelah menunggu sekitar 10 menit, bus yang kami tunggu akhirnya datang juga
setelah menunggu sekitar 10 menit, bus yang kami tunggu akhirnya datang juga

Setelah perjalanan naik bus selama kurang lebih satu jam, kami tiba di halte bus Prambanan. Dari halte tersebut untuk mencapai tempat wisata Candi Prambanan dibutuhkan waktu sekitar 10 menit kalau berjalan kaki. Namun, karena pertimbangan kami membawa anak kecil, akhirnya kami memilih untuk menempuhnya dengan naik becak bermotor yang setelah tawar-menawar harga sepakatnya yaitu Rp 10.000 bertiga. Tersedia juga andong untuk pelancong dalam jumlah banyak.

foto saya ambil ketika saya naik becak bermotor
foto saya ambil ketika saya naik becak bermotor

Becak ataupun andong hanya berhenti di pintu masuk, dari situ menuju loket masuk yaa harus jalan kaki *olah raga tenan pokokmen 😀

daftar harga tiket masuk tempat wisata Candi Prambanan
daftar harga tiket masuk tempat wisata Candi Prambanan

Sesampainya di Candi Prambanan, lagi-lagi saya takjub dengan keindahan pemandangan di sana *ndeso tenan 😀

Secara, saya kan memang belum pernah berkunjung ke tempat ini.. hehe.. langsung deh foto-foto

bunda tetep paling eksisss yaaa :P
bunda tetep paling eksisss yaaa 😛
bunda with mas Khadziq
bunda with mas Khadziq
sayangkuuuu
sayangkuuuu…
bunda lagi :D
bunda lagi 😀
lagi-lagi bunda!! haha
lagi-lagi bunda!! haha

Setelah puas (dan capek :D) melihat-lihat ke sekeliling candi Prambanan, kami putuskan untuk turun. Begitu keluar dari komplek candi Prambanan, kita akan dihadapkan pada taman bermain anak-anak dan ada juga kereta mini yang akan membawa kita berkeliling komplek candi Prambanan, candi Lumbung, candi Bunrah, dan candi Sewu. Cukup murah tiketnya, yaitu Rp 5000/penumpang. Kereta mini tersebut berhenti tepat di pintu keluar. Sebelum keluar, perhatian kami tertuju pada kandang kijang tutul yang ada di dekat lapangan pertunjukan dan pintu keluar. Dan benar saja, Khadziq langsung ngajak ke situ.

kasih makan kijang dengan membeli seikat kangkung dengan harga Rp 2000/ikat
kasih makan kijang dengan membeli seikat kangkung dengan harga Rp 2000/ikat

Sebelum adzan dzuhur berkumandang, kami sudah bersiap-siap untuk go home, tentu saja dengan naik becak bermotor lagi menuju halte bus. Untuk perjalanan pulang ternyata lebih lama dari yang kami perkirakan karena kami harus mengantri tiket bus, mengantri naik ke bus, dan perjalanan juga lebih lama dari pada ketika kami berangkat. Beruntung saya dapet tempat duduk ketika di dalam bus sehingga saya bisa memangku Khadziq dan seperti dugaan saya, dia pasti tertidur saat perjalanan pulang. Bus yang kami tumpangi sampai di halte 3 Jl Malioboro sekitar pukul 13.30 WIB dengan selamat. Alhamdulillah… puas rasanya, serasa pulang dari berpetualang!! 😀

 

 

Iklan

27 thoughts on “‘Njajal’ Jalan-Jalan ke Prambanan Naik Bus Trans Jogja

  1. wah asik sekali postingannya Mbak. Ditunggu laporan jalan-jalannya yang lain, bisa buat panduan kalo besok2 main ke Jogja 🙂

  2. saya pernah naik trans jogja ,pertama kali naik saya nggk tau tujuannya,kalo nggk salah dulu mbayar 6000 jauh dekat ya,,,berawal dari tempat saya berangkat di patihan,turun dipatihan juga,wkwkwkkwkw,,,cuma numpang bayar duduk aja,jadi malu saia,,,mbx dan mas loketnya bilang,,eeeh mbax nya lagi,,,hi,,,hi,,hii,,luar biasa malu saya,,baru aja kenal jogja sok naik bus trans sendiri wkwkwkkwkwkwkwkwk,akhirnya pengalaman tak terlupakan itu menjadi awal pengetahuan saya mengenai rute bus tran jogja ini

    1. haha.. mbak Nisa ternyata seruuu jg orangnya yaa!! pernah maen ke Jogja atau emang asli Jogja mbak? klo sekarang tiketnya cmn Rp 3000, anakku umur 4th belum disuruh bayar 🙂

      1. saya cuma maen aja 2 bln disana mbx,padahal tujuan ke malioboro loooo,,la kok jadinya turun ditempat pemberangkatan mbx :D,,,,begitulah,malu bertanya sesat dijalan,,ya akhire tersesat juga wkwkwkwkkw,,,,,,,waaaahhhh murahh sekali mbx ya,aku paling suka tinggal di jogja,wisata kulinernya buanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak ada dimana-mana,,kangen pengen ke jogja lagi

      2. barusan baca link yg mbx kirim,,,hi,,hi,,hi,,,sempat geli mbaca nama lidah mau kecetit,,,itu saja baru nama mbx saya 6 th disini udah njareeeemmm lidah saya,,,pengen diribonding :D….,itu aja sebagian bahasa bulgaria saya ketahui belum seluruhnya :(,,,memang rusia,bulgaria ,macedonia,rumania bhsanya hampir2 mirip seperti indonesia dgn malaysia mbx 🙂

  3. ahahaha…. pengen direbondingnya itu looohh mbak!! *sambil ngakak 😀
    iyaaa, mereka kan tetangga.. aku pernah dpt bhs asing Deutsch (Jerman) juga agak susah artikulasinya tp ak ngerasa lebih mudah belajarnya drpd waktu pertama belajar bhs Inggris, mngkn bnr yg orang bilang klo bhs Inggris dah bisa, belajar bhs asing lainnya akan lebih mudah.. hehe

    1. Mama asli Jogja? Jogjanya mana?
      iyaaa.. selain sering disebut kota pelajar, saya lbh suka menyebut Jogja sbg ‘kota sepeda motor’ krn saking penuhnya kota ini dg sepeda motor 😀

      1. Klo nginep ma orang host gitu gmn caranya winny? aku pengen jd host juga dong.. hihi..
        aku msh blm berani ke Merapi sejak terakhir erupsi kmrn 😦
        Bsk klo ke jogja lg, ngabarin yaa 🙂

  4. wah ternyata nemu blog sampeyan mbak,saya lagi nyari trans jogja jurusan ke prambanan,eh terdampar dimari…hehee
    saya dgn istri merencanakan jalan2 ke jogja,kira2 hotel yang recomended di kawasan malioboro mana ya mbak??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s